
إن الله يبعث لهذه الأمة على كل رأس مائة سنة من يجدد لها دينها
“Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini, disetiap ujung seratus tahun, orang yang memperbarui (mujadid,pemimpin wali didunia) bagi agama mereka.”
Secara sejarah disebutkan dalam kitab fawaidul janiyah karangan syeh yasin al padangi sumatra yg bermukim di mekkah syarah faroidul bahiyyah, bahwa sanya pemimpin wali angkatan pertama didunia yang pastinya setelah kanjeng nabi muhammad meninggal adalah Uwais Al-Qoroni yang terkenal miskin yang menggendong orang tuanya agar bisa mengahajinkannya. Sebagian pendapat adalah Imam Hasan Al-Bashri yang terkenal dengan kaalimannya.
Dari catatan tersbut, bisa diambil kesimpulan kalau ingin jadi wali harus memperhatikan orang tua. Sehingga seorang anak mendapat ridhonya atau menjadikan dirinya orang yang ahli ilmu.
Namun untuk mendapatkan derajat tersebut bukanlah perkara yang mudah. Apalagi dizaman milenial ini, yang katanya tak ada yang halal dizaman ini kecuali tanganmu menengadahkan air hujan untuk kau minum. Jadi, bagi kita yang penting selalu berusaha lebih berbuat baik pada orang tua atau berusaha agar menjadikan diri sebagai orang yang ahli ilmu. Termasuk kita ini sekarang, mondok disertai dengan ketekunan belajar untuk membahagiakan orang tua. Bukankah ada hadist yang membuat kita mampu digolongkan sebagaimana beliau berdua
من تشبه بقوم فهو منهم
“Barang siapa yang menyerupai suatu qoum maka dia adalah sebagian dari qoum tersebut”
Dan hadis berikut
انما الأعمال باالنية
“Amal itu tergantung niatnya”
Maka dari itu banyak nanti di akirat orang-orang yang kaget dengan amalnya padahal dia belum pernah mampu melakukan didunia. Ada pula orang yang belum haji di dunia tapi Allah memberikan ganjaran haji untuknya di akhirat. Itu tidak lain tidak bukan karena niat dan kesungguhanya untuk haji. Bukankah
الأجر بقدر التعب
“Ganjaran itu sesuai dengan usahanya bukan berhasil atau tidaknya”.
SELAMAT HARI IBU dan SELAMAT BERUSAHA